Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About

statistics

Latest Posts

About Sure Mag

Social Media

Search Blog

Join with us

WTI Oil Price

Flickr Feed

Most Popular

Dua Pemenang Tulisan Inspiratif Raih Kesempatan "Summer School" di Belanda



JAKARTA, KOMPAS.com – Liburan sambil belajar di Negeri Kincir Angin bukanlah hal yang mustahil. Tahun ini, mereka yang berprestasi di "Holland Writing Competition 2015" punya kesempatan mewujudkan mimpi itu untuk mengikuti summer school di dua perguruan tinggi di Belanda.

"Holland Writing Competition mendorong para peserta untuk menulis segala hal tentang Belanda. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menghasilkan karya tulisan yang penuh inspiratif dan ide-ide segar, kreatif dan inovatif," ujar Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, pada acara pengumuman pemenang Holland Writing Competion 2015 di kantor Nuffic Neso Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Tahun ini tema kompetisi penulisan tersebut mengangkat tema inovasi Belanda dengan menggunakan satu dari empat sudut pandang yang ditawarkan, yaitu air, api, udara, dan tanah. Berlangsung sejak 20 Maret 2015 hingga 27 April 2015, kompetisi tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 765 artikel.

Seluruh artikel tersebut kemudian diseleksi menjadi 40 artikel. Para juri yang terdiri dari para penulis buku NvO dan staf Nuffic Neso Indonesia kemudian menilai kembali untuk memilih pemenang favorit dan pemenang utama.

"Kami senang dan bangga melihat para peserta mampu menghasilkan tulisan yang inovatif, informatif, serta menghibur. Semoga kedua peserta yang berhasil menjadi pemenang mendapatkan ilmu dan pengalaman baru untuk mengikuti summer school di Belanda nanti," ujar juri dan penulis buku NvO, Annisa Rijadi.

Berdasarkan hasil seleksi juri terhadap 40 artikel finalis, juara satu dimenangkan oleh Dianita Rizkiani dari Cirebon dengan judul artikel Drone Ambulance, satu kreasi unik yang dirancang seorang penemu di Belanda, Alec Momont. Atas prestasinya itu Dianita berkesempatan mengikuti summer course di Utrecht Summer School selama empat minggu.

Sementara itu, peserta yang berhasil menjadi pemenang kedua adalah Taufik Fitriyanto dari Boyolali dengan judul artikel Meat and Seat. Atas kemenangannya itu Taufik mendapat kesempatan mengikuti summer course di Amsterdam Summer School selama dua minggu.

Selain juara satu dan kedua, kompetisi tersebut juga memberikan apresiasi untuk peserta yang meraih juara tiga dan empat. Mereka mendapatkan hadiah smartphone dan buku NvO. Pemenang juara ketiga diraih oleh Noval Kuniardi dari Jakarta dengan judul artikel The Ocean Clean Up: From Holland to the World Ocean danjuara keempat dimenangkan Rosalina Dewi Novitasari berjudul Bukan Sponge Bob Squre Pants, Tapi Sponge Park Water Square.
Adapun enam artikel lainnya mendapatkan penghargaan sebagai pemenang favorit karena memiliki cerita menarik dan penuh inspiratif. Keenam artikel terfavorit pilihan juri itu adalah Superman Fun Oranje, Komunikasi dalam Berkendara Mobilitas Cerdas, Ngecas Hp Pake Baju di Belanda Emang Bisa, Si Aspal Pemakan Polusi, Surat untuk Bupati Bondowoso, serta Robert the Flaying Sappert.

"
Sejak awal saya tidak terlalu yakin akan menang karena saya mengirim naskah itu dua hari sebelum pendaftaran ditutup. Tentu senang mendapatkan kesempatan mengikuti summer school ke Belanda, karena ini bisa jadi motivasi untuk melanjutkan pendidikan S2 di sana," ujar Dianita Rizkiani, pemenang pertama Holland Writing Competition 2015.

Manajemen Logistik Tantangan Besar, Indonesia Butuh SDM Unggul



JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis logistik di Indonesia tumbuh semakin cepat sehingga membutuhkan dukungan pengembangan infrastruktur, integrasi pusat transportasi dan distribusi, serta penyediaan sumber daya manusia (SDM) logistik yang andal. Bisnis logistik bertumbuh sekitar 15 persen sampai 20 persen per tahunnya dengan total pasar transportasi dan logistik di Indonesia sekitar Rp1.849 triliun.

Pemerintah juga berupaya untuk membuat sektor ini menjadi efisien. Hal itu terkait masih tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 26 persen dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Pertumbuhannya begitu besar dan cepat, dan secara nasional tantangan terbesar kita adalah bagaimana menekan biaya logistik ini di bawah 10 persen dari biaya produksi. Kita dukung upaya pemerintah untuk perbaikan-perbaikan infrastruktur, integrasi transportasi hingga dukungan SDM yang khusus melahirkan lulusan manajemen logistik," kata Direktur Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE), Stephanus Nugroho Kristono, di Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Nugroho menyampaikan hal itu terkait upaya CWE ikut mendukung pemerintah mengembangkan sektor logistik dengan membuka program studi (prodi) Manajemen Logistik. Kampus tersebut dibuka sejak 2010 lalu di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Nugroho mengatakan, program Nawa Cita yang dikumandangkan Presiden Joko Widodo mencakup integrasi transportasi dan distribusi sebagai upaya menurunkan biaya logistik lima persen per tahun, termasuk mendukung cetak biru Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Menurut dia, salah satu hal penting dalam Sislognas itu adalah penyediaan SDM bidang logistik yang mumpuni.

"Posisi geografis kita kan sangat strategis dan membuat Indonesia menjadi pusat logistik di ASEAN khususnya dan Asia. Syaratnya, bisa mampu membenahi faktor kendala yang masih ada," lanjut Nugroho.

Dia mengatakan, penguasaan mulai sektor hulu dan pemrosesan di pabrik adalah hal penting bagi industri. Namun, untuk perusahaan-perusahaan yang ingin unggul, mereka juga harus menguasai sektor vital, yakni manajemen logistik yang terpadu.

"Terpadu, mulai dari pengelolaan bahan baku, supply chain, distribusi, sampai ke bidang pemasarannya," kata Nugroho.

Untuk Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang (Jabodetabek), misalnya, menurut Nugroho, sangat dibutuhkan manajemen logistik yang handal.

"Logistik itu adalah vital, apalagi wilayah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta mengalami perkembangan industri sangat cepat. Di sini kami ingin memenuhi kebutuhan SDM itu," katanya.

Pihaknya sendiri telah mengantisipasi perkembangan tersebut melalui Politeknik Kelapa Sawit CWE. Nugroho mengatakan, dalam dunia perkelapa sawitan, siapapun menguasai aspek logistik secara terintegrasi akan berpotensi menjadi pemenang di industri kelapa sawit yang selain padat modal, juga dikenal sebagai industri paling dipengaruhi oleh cuaca dan iklim.

"Program studi ini bukan hanya akan memahami manajemen logistik di industri kelapa sawit, tapi dunia logistik secara umum, sebab di dalamnya terkandung aktivitas manajemen logistik mulai dari purchasing, supplay chain, transportation, sampai warehousing," ujarnya.

Itu sebabnya, lanjut dia, pihaknya menargetkan menerima pendaftaran calon mahasiswa yang berasal dari Jakarta maupun Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta lebih banyak dibandingkan dari daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Hal itu sebagaimana terjadi di dua program studi lainnya yang yakni Program Studi Budidaya Perkebunan dan Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit.

Tertarik Mengenal Korea dan Cari Beasiswa ke Negeri Ginseng Itu?


SERPONG, KOMPAS.com - Penetrasi budaya Korea semakin berkembang di masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Tak hanya dari segi tren, fesyen, dan gaya hidup, namun juga di sektor pendidikan. Banyak perguruan tinggi di Korea Selatan yang menjadi incaran masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studinya, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor.

Terkait hal itu, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membuka kesempatan untuk kerja magang maupun menyediakan beasiswa studi lanjut S-2 di beberapa universitas di Korea Selatan. Salah satunya adalah di Silla University, Busan, menyusul adanya kerjasama antara UMN dan Silla University.

Wakil Rektor Bidang Hubungan dan Kerjasama UMN, Prof Muliawati G. Siswanto, dalam siaran pers, Sabtu (30/5/2015), mengatakan kerjasama tersebut meliputi pembentukan program non-akademis untuk menyiapkan keterampilan dan softskill mahasiswa, khususnya di bidang budaya dan olahraga. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pembukaan Korea Center Silla UMN (KCSU), Jumat, (29/5/2015) kemarin di Kampus UMN, Serpong.

Peresmian KCSU di Lecture Hall UMN tersebut turut dihadiri jajaran rektorat UMN, Ketua Korea–Indonesia Friendship Association, Director dari Silla Korean Center, serta Atase Pendidikan Kedutaan Besar Korea. Acara tersebut menampilkan Nanta Show (oleh Korean Center Banten) serta permainan traditional flute Dae Geum (oleh Korean Cultural Center Indonesia). Sebagai bentuk persahabatan antara Korea dan Indonesia, para tamu Korea telah memberikan donasi yang ditujukkan kepada yayasan-yayasan sosial, antara lain Yayasan Buddha Tzu Chi dan Seong Kyong Deuk.

"KCSU ini dibentuk sebagai wadah yang akan memfasilitasi para mahasiswi UMN maupun publik yang ingin mengenal lebih jauh mengenai budaya Korea, termasuk berkesempatan untuk melanjutkan studi maupun bekerja di sana," ujar Muliawati.

Beberapa hal yang bisa dilakukan di KCSU antara lain adalah belajar Bahasa Korea, belajar kebudayaan Korea, serta mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ke Korea Selatan. Baik mahasiswa UMN maupun masyarakat non-kampus bisa mengikuti kelas-kelas yang diselenggarakan dengan cara mendaftarkan diri ke KCSU.

"Unit Kegiatan Mahasiswa Qorie UMN yang berfokus kepada kebudayaan Korea akan bertanggung jawab untuk mengelola jalannya program-program yang berlangsung di KCSU ini," katanya.

"Mengobok-obok" Teknologi, Mencetak Para Ahli di Rumah Belajar



KOMPAS.com - Nyaris tak berkedip.Wajah Irvan Nauval tampak serius mematut ke arah komputer di depannya. Ia bersiap membongkar komputer tersebut.

Di kelasnya, setiap siswa memang mendapatkan akses pada satu unit komputer yang telah dibaringkan dan siap dibedah. Sebelum membongkar, ia dan teman-temannya sudah menerima penjelasan tentang bagian komputer itu secara teliti dan rinci.

"Senang sekali. Kami diajari cara merakit motherboard," ujar Irvan, siswa kelas 11 SMK Yayasan Pendidikan Teknologi (YPT), Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat ditemui KOMPAS.com di acara peresmian Rumah Belajar Samsung (RBS) di SMK YPT.

RBS merupakan hasil kerjasama SMK YPT, PT Samsung Electronics Indonesia, dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Ada empat kelas diperkenalkan pada hari pertama rumah belajar ini dimulai, yaitu kelas IT, audio visual, elektro, dan gadget. Di setiap kelas, sekitar 20 siswa menyimak materi pelajaran sekaligus melakukan mempraktikkan langsung peralatan canggih dan sepintas "tidak main-main" itu.

Anne Anggraeni Siswa sedang mempelajari perangkat komputer secara rinci.
Sementara itu, dengung kekaguman juga terdengar dari kelas audio visual. Sejumlah televisi jenis CRT juga dibongkar dan memperlihatkan jalinan kabel yang terhubung pada tabung di belakangnya. Di depan, para guru dengan semangat menjelaskan berbagai rangkaian cara kerja televisi "jadul" itu.

Di kelas gadget, siswa dengan seru mengutak-atik perangkat kerja elektronik. Para siswa sedikit demi sedikit membiasakan diri mereka di sekitar perlengkapan elektronik yang kelihatannya begitu rumit sambil mendengar penjelasan dari sang guru.

Kelengkapan tersebut ditambah dengan SamsungSmart Library. Ada 20 unit Samsung Galaxy Tab ditempatkan pada empat meja besar. Siswa dengan leluasa saling berbincang dan belajar di antara perangkat itu. Menurut salah satu dari mereka, fasilitas tablet tersebut dapat dimanfaatkan untuk browsing dan membaca buku elektronik, terlebih buku-buku yang selama ini sulit didapatkan.

"Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengembangkan kemampuan saya. Saya sangat menghargai jika fasilitas seperti ini sampai ke Banjarmasin, tidak hanya di Pulau Jawa atau Jakarta pada khususnya. Kami anak Banjarmasin juga ingin berkembang," ujar Irvan lagi.
Anne Anggraeni Pembedahan televisi oleh siswa Rumah Belajar Samsung.
 
Bangkitkan semangat belajar
Keputusan menghapuskan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dalam kurikulum 2013 rasanya seperti menciptakan sebuah kekosongan besar dalam sistem pendidikan Indonesia. Keputusan tersebut seolah memukul mundur kemajuan bagi para pemuda Indonesia.

Terlebih keputusan itu keluar jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir 2015, yang secara otomatis mendorong Indonesia bersaing dengan tenaga asing profesional dari berbagai negara. Jika generasi muda "gagap teknologi", dikhawatirkan mereka hanya akan menjadi konsumen yang duduk berpangku tangan.

Sebuah fakta saat ini, bahwa para pemuda Indonesia haus akan pendidikan yang didukung teknologi, seperti yang terlihat pada Irvan, Hasratnya besar untuk menggali kemampuannya dalam bidang teknologi. Ia mengaku, cita-citanya ingin meningkatkan infrastruktur internet Indonesia.

Zaman sekarang, tak dapat dimungkiri, banyak orang tua khawatir dengan pergaulan anak-anak remajanya saat ini. Jika pemuda usia produktif dibiarkan menganggur, kemungkinan besar kreativitas mereka akan terbawa ke arah negatif. Diperlukan wadah untuk membangun potensi dan memberdayakan kemampuan mereka.

RBS Banjarmasin seakan membuka kesempatan bagi siswa daerah mencicipi lebih jauh beragam teknologi yang beredar. Kurikulum RBS diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakulikuler SMK YPT, memadukan antara pendidikan formal dan non-formal.

Selain itu, melalui program bina lingkungan, RBS juga mengajak warga sekitar untuk bergabung dengan gratis. Selama sembilan bulan ke depan mereka yang ikut serta akan mendapat pendidikan elektronik dan softskill untuk menjadi tenaga kerja siap pakai serta wirausahawan.

"Kami menerima kehadiran Rumah Belajar Samsung dengan terbuka karena selaras dengan kurikulum yang kami terapkan. Sejauh ini, warga sekitar sangat antusias mendaftar. Mereka bersama siswa kami bisa ikut belajar bersama di sore hari setelah jam pelajaran usai," kata Kepala Sekolah SMK YPT, Siti Masitah.

Hari itu pun seolah menjadi awal baru yang disambut baik oleh seluruh pihak. Ke depannya diharapkan program ini dapat mendidik pemuda untuk lebih berguna bagi Indonesia. Melalui pendidikan elektronik, diharapkan mereka nantinya dapat membangun usaha-usaha yang tidak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga perekonomian sekitar.

Anne Anggraeni Perpustakaan digital Rumah Belajar Samsung.
 
Rumah belajar

Sebelumnya, Samsung telah menjalankan program RBS di empat kota lain, yaitu Jakarta, Bekasi, Medan, dan Makassar. Siang itu, di Banjarmasin, peresmian RBS kelima ini dimeriahkan dengan kedatangan Deri Rian Suhara, seorang lulusan RBS Bekasi. Kehadiran Deri menjadi semangat tersendiri bagi seluruh juniornya di Banjarmasin.

Sebagai alumnus, ia bercerita mengenai pengalamannya selama belajar di RBS Bekasi di tahun 2013. Dengan pengalaman sebelumnya, ia tertarik mengambil jurusan Home Appliance. Di sana, Deri mempelajari teori dan praktik memperbaiki peralatan elektronik rumah tangga.

Setelah lulus pada 2014, Deri bergabung sebagai teknisi junior di sebuah bengkel Jakarta. Ketika tempat kerjanya tutup, Deri bersama teman-teman mencoba mendirikan sebuah bengkel sendiri. Ia percaya akan kemampuannya yang telah terasah selama belajar di RBS ditambah pengalaman kerjanya sendiri.

Anugrah Coolindo pun dibangun. Bengkel ini menawarkan jasa pemasangan pendingin ruangan untuk perusahaan maupun perumahan, juga pengecekan dan tes sistem instalasi pendingin ruangan. Saat ini sudah ada tiga perusahaan yang mempercayakan keahlian Deri untuk membantu mereka.

"Pengalaman Deri merupakan wujud nyata dari tujuan Rumah Belajar yang diadakan oleh Samsung. Kami ingin Rumah Belajar Samsung membantu anak muda Indonesia dengan meningkatkan kualitas mereka di usia produktif sehingga dapat menikmati masa depan lebih baik, dan menurunkan tingkat pengangguran," kata Vice President Corporate Bussiness and Corporate Affairs, PT Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun Lee.

Belajar Kerja Sigap untuk Hasil Produksi Maksimal!


KOMPAS.com – Kelahiran negara adidaya ekonomi sangat lekat dengan penemuan teknologi industri. Sejarah mencatat, hadirnya mesin uap mendorong revolusi industri pada abad ke-18.

Sejak itu, dimulai dari Inggris Raya, industrialisasi terus menyebar cepat ke daratan Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, bahkan Indonesia. Cepatnya perjalanan industrisasi itu lalu mengubah rona kehidupan manusia dari semua sisi, mulai sosial, ekonomi, hingga budaya di seluruh belahan dunia.

Di Amerika Serikat (AS), salah satu penemuan paling menguntungkan pada era 1900-an terjadi di ranah otomotif. Henry Ford sukses menghasilkan mobil yang mampu dibeli masyarakat berbagai kalangan. Kala itu, ide bahwa mobil hanyalah milik kaum "the have" runtuh seketika dengan populernya ‘Model T’ keluaran Ford.

Demam industrialisasi lalu menyebar ke Jepang. Para pelaku industri berlomba-lomba merancang sistem yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Pada 1950-an, Eiji Toyoda, Direktur Toyota masa itu, berkelana ke negeri Paman Sam untuk mencari inspirasi. Saat berkunjung ke pabrik Ford, dia terperangah. Ford mampu memproduksi 8.000 mobil per hari. Padahal, Toyota baru bisa menghasilkan total 2.500 mobil.

Tak hanya itu. Eiji juga menemukan ide saat berjalan-jalan ke supermarket di AS. Sepulangnya ke Jepang, dia dan tim suksesnya segera merajut ide-ide tersebut bersama filosofi Jepang, “Monozukuri” (Baca: Ini Dia... Rahasia Sukses Jepang Bangun Kekuatan Ekonomi Dunia).

Akhirnya, lahirlah sebuah konsep lean production (Baca: Bangun Kualitas, Manufaktur Wajib Kerja Cerdas!) bergaya Jepang. Konsep yang bertujuan untuk mengeliminasi pemborosan-pemborosan dalam proses produksi itu kemudian dikenal dengan nama Toyota Production System (TPS).

Tak tanggung-tanggung. TPS sukses membawa Toyota berdiri di posisi jawara sebagai “The Biggest Auto Company” versi majalah Forbes pada 2014. Sementara itu, dalam daftar Global 2000 di tahun sama, Toyota berhasill menduduki peringkat ke-12.


Dok TMMIN
 
Mengawinkan dua budaya

Melihat semangat Jepang menggali ilmu, tak ada salahnya Indonesia turut berguru. TPS berhasil mengikat dua budaya manufaktur bergaya Asia dan Eropa. Mungkin, industri di Indonesia pun nantinya mampu menerapkan TPS bergaya Nusantara di tanah air.

Ada dua pilar utama yang perlu dicermati dalam TPS, yaitu Just in Time (JIT) dan Jidoka. JIT artinya, perusahaan hanya memproduksi jenis produk yang dibutuhkan, ketika dibutuhkan, dan sesuai jumlah kebutuhan.

“Jadi, tidak akan ada stok berlebih. Apa yang kita buat, pasti akan langsung diserap oleh konsumen,” kata Yui Hastoro, Technical Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) saat ditemui KOMPAS.com di kantornya, Senin (1/6/2015).

Yui melanjutkan, dalam JIT harus ada kestabilan jumlah pemesanan produk. Produksi tidak boleh seperti cara kerja roller coaster, tiba-tiba tinggi, lalu seketika rendah.

“Tidak boleh bergejolak terlalu besar. Kita maksimalkan 10 persen, karena itu malah bisa mengganggu man power. Semua proses produksi sudah dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi jumlah pesanan. Kalau produksi terlalu fluktuatif, akan banyak pemborosan dan ketidakseimbangan beban kerja,” tutur Yui.

Dok TMMIN
 
Pilar kedua adalah konsep Jidoka yang berkaitan erat dengan kualitas produk. Selama proses produksi, harus dipastikan tidak ada produk cacat. Jika kejanggalan atau kesalahan terjadi, proses produksi harus segera dihentikan.

“Hal pertama paling penting yang harus dibangun dalam Jidoka adalah mind set karyawan di pabrik. Ini memang bagian yang paling sulit,” ujarnya.

Semua karyawan Toyota harus memiliki pemahaman untuk menghasilkan produk berkualitas baik, tidak membiarkan terjadi cacat produk, atau menghasilkan produk cacat. Hal ini terlihat sederhana, namun sangat sulit diaplikasikan di lapangan.

Yui mengatakan, terkadang karyawan memilih memecahkan permasalahan sendiri ketimbang melaporkan. Sementara itu, yang lainnya terlalu takut untuk melapor.

Stopcalland wait. Ketika terjadi masalah, mereka harus terbiasa menghentikan produksi dan memanggilsupervisor-nya. Nah, atasan pun tidak boleh memarahi, tapi membantu menyelesaikan masalah,” ujar Yui.

Selain pola pikir, Toyota pun telah melakukan pencegahan cacat produk dengan melakukan pembedaan desain. Misalnya, Toyota merancang mesin dan komponen khusus yang hanya dapat dipasangkan ke jenis mobil tertentu.

“Misalnya komponen A hanya untuk produk sedan, maka komponen itu tidak bisa dipasangkan ke model mobil lain. Jadi kesalahan operator di lapangan bisa dicegah,” jelas Yui.

Persiapan matang

Namun, jika berencana menerapkan TPS, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh pelaku industri. Menurut Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono, setidaknya empat aktivitas mendasar berikut telah luwes diaplikasikan dalam kehidupan produksi manufaktur sehari-hari.

“Ada empat Basic Manufacturing Management, yaitu 5R yang rinciannya adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, serta supervisory rolecontinuous Kaizen, dan visual control atau Mieruka,” kata Warih.

Menurutnya, semua karyawan produksi harus memiliki kebiasaan 5R saat bekerja. Hasilnya, pekerjaan menjadi lebih cepat karena semua alat selalu diletakkan sesuai tempatnya. Karyawan tidak akan menghabiskan banyak waktu mencari saat membutuhkannya.

Urusan keselamatan karyawan kerja pun terjamin. Jalur kerja bersih dari barang-barang yang mungkin bisa menyebabkan kecelakaan.

Selanjutnya, pembagian kerja pimpinan harus jelas agar efektif dan efisien. Selain itu, seluruh karyawan harus memiliki semangat inovasi. Perbaikan selalu dapat dilakukan agar mempermudah pekerjaan.

Terakhir, budaya visual control wajib melekat erat di semua lini. Artinya, semua karyawan di level manapun harus melihat langsung proses produksi. Jika masalah muncul, pengecekan TKP, atau biasa disebut ‘genba’, wajib dilakukan sebelum memutuskan tindakan solutif.

“Menurut saya, sebelum lanjut ke TPS, akan lebih baik kalau perusahaan tersebut sudah mampu menerapkan empat fondasi ini,” tutup Warih.

Usia Baru 11 Tahun, Sudah Raih Tiga Gelar Sarjana



KOMPAS.com — Tanishq Abraham sudah memiliki gelar matematika, sains, dan bahasa meski usianya baru menginjak 11 tahun.

Peneliti medis, dokter, dan presiden Amerika, itulah tiga cita-cita yang ingin digapai oleh Tanishq Abraham, anak 11 tahun yang sudah memiliki tiga gelar sarjana.

Pada umur 11 tahun, anak-anak pada umurnya baru lulus SD dan hendak memasuki sekolah menengah pertama. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Abraham. Pada usianya yang masih belia tersebut, ia sudah mengantongi tiga gelar sarjana.

Bocah asal Sacramento, California, ini mendapatkan gelar matematika, sains, dan bahasa dari American River College. Bagi Abraham, kelulusan ini bukanlah hal yang sangat mengagumkan. Sejak masuk kuliah, Abraham memang merasa biasa-biasa saja.

Abraham sendiri merupakan anggota dari Mensa International, sebuah asosiasi khusus orang-orang dengan hasil tes IQ yang berada dalam nilai 2 persen terbaik di dunia. Hebatnya lagi, ia sudah masuk ke asosiasi itu sejak berumur empat tahun.

Ketika berumur tujuh tahun, Abraham mulai belajar di bangku kuliah. Tepat empat tahun setelahnya, pada umur yang ke-11, Abraham menyelesaikan studinya di tiga jurusan matematika, sains, dan bahasa.

Steve Sterling, salah satu dosen Abraham, mengatakan bahwa bocah ini lebih menguasai konsep-konsep yang sulit dibandingkan semua mahasiswa yang pernah diajar olehnya. Bocah superpintar ini bahkan sudah berencana untuk melanjutkan studinya di bidang kedokteran di University of California.

Meski memiliki IQ yang sangat tinggi, Tanishq Abraham tetaplah anak-anak. Hobinya adalah bermain game dengan saudara perempuannya. Pada toga kelulusannya, ia juga menuliskan kutipan perkataan Buzz Lightyear, tokoh pada film kartun Toy Story, yang berbunyi, "To infinity and beyond".

Kebiasaan Jelek Yang Bisa Bikin Otak Lemot


Anda pernah merasa kemapuan otak kita semakin menurun, mungkin kebiasaan-kebiasaan berikut ini Anda lakukan secara berlebihan. Apa saja kebiasaan yang tidak baik itu, mari kita simak satu persatu.
  • Nggak Mau Sarapan
Banyak orang yang nyepelein sarapan. Udah biasa nggak sarapan, yaa udah aja. Padahal kalo nggak ada makanan yang masuk ke tubuh di pagi hari bisa menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak. Karena itu, otak juga lemot.
  • Makan Berlebihan
Kebalikan dari yang di atas, ternyata terlalu banyak makan juga nggak boleh. Ini bisa bikin pembuluh otak jadi mengeras. Karena itu, makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum kamu kekenyangan. Jangan sampe udah kenyang masih nambah terus. Nanti akibatnya otak kamu juga jadi lambat mikirnya.
  • Terlalu Banyak Mengkonsumsi Zat Gula
Kebiasaan jelek bangsa kita yang lain adalah porsi nasi dalam makanan terlalu banyak. Itu salah satu menyebabkan asupan gula terlalu banyak. Padahal terlalu banyak asupan kadar gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi. Tubuh jadi kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.



  • Polusi Udara
Ternyata otak juga bisa terkena dampak serius akibat polusi udara. Soalnya otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.
  • Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit
Kadang-kadang sebagian orang merasa nggak betah tiduran aja pas lagi sakit. Mereka berusaha melakukan pekerjaan yang memeras otak. Atau ada juga yang belajar waktu badan lagi nggak fit. Ini bisa juga mengakibatkan otak nggak efektif. Sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak anda.
  • Minum Minuman Beralkohol
So pasti, minuman yang satu ini bisa bikin orang kecanduan. Bisa bikin teler sekaligus melayang dalam kenikmatan. Tapi bahayanya gede banget. Bukan cuma dapat merusak hati tapi juga otak sekaligus.
  • Kurang Tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk istirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Apalagi kalo kamu suka begadang sampe pagi. Itu amat sangat nggak baik, bukan hanya buat kesehatan secara umum, tapi juga buat otakmu. Meski begitu, jangan juga kebanyakan tidur. Soalnya kebanyakan tidur bisa membuat kamu jadi pemalas. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari, agar sehat dan bugar.
  • Menutup kepala ketika sedang tidur
Kebiasaan yang satu ini mungkin dilakukan segelintir orang aja. Tapi ini kebiasaan yang nggak bener. Yaitu tidur dengan kepala yang ditutupi. Menurut para ahli kesehatan, ini merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya. Soalnya karbon dioksida yang diproduksi selama tidur jadi terkonsentrasi. Akibatnya otak jadi tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak. Akhirnya lemot juga.
  • Kurangnya Stimulasi Otak
Kalo tubuh lagi sehat, jangan juga otak nggak dipake buat mikir. Karena berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir bisa bikin otak menyusut dan akhirnya nggak berfungsi maksimal. Membaca, denger musik dan bermain (catur, scrabble, dll) bisa bikin otak kamu berpikir aktif dan kreatif.
  • Jarang Bicara
Ada pepatah yang mengatakan “diam itu emas”. Karena itu berdiam diri dan jadi pendengar yang baik dianggap sebagai perilaku terpuji. Padahal percakapan intelektual bisa membawa efek bagus buat kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga jadi pendiam. Obrolan
yang bermutu bagus banget lho buat kesehatan dan kecerdasaran otak kamu.
  • Terlalu Lama Menggunakan HP
Penggunaan handphone belakangan ini dah begitu luar biasa. Mulai anak TK sampe kakek nenek sekarang udah nggak asing dengan alat
komunikasi ini. Tapi kamu tau nggak sih kalo benda ini berbahaya buat kesehatan. Soalnya gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh HP bisa bisa menghambat perkembangan otak.
  • Terlalu banyak menonton Televisi
Nonton tv itu emang asyik dan menyenangkan. Kadang kamu bisa lupa waktu kan kalo udah di depan pesawat televisi. Ternyata kebiasaan ini nggak bagus buat otak kita. Sebaiknya dikurangin deh waktu nonton televisinya.

dari beberapa hasil penelitian diatas mungkin ada beberapa hal yang dapat kita perbaiki. Jika ada beberapa hal yang tidak bisa kita hilangkan, ada baiknya kita melakukan olahraga otak agar kinerja otak kita dapat terjaga.